Kamis, 23 Maret 2017

BIOGRAFI SYAIFUL THORIQ SIREGAR

Pada kesempatan blog saya ini, saya akan menuliskan biografi saya
berikut biografi tentang saya....

Nama                                :  SYAIFUL THORIQ SIREGAR
Tempat, tanggal lahir          :  MEDAN,23 SEPTEMBER 2002
Golongan darah                 :  B
Alamat                              :  Jalan. PANGLIMA DENAI NO,85
Cita-cita                            :  Menjadi orang yang bermanfaat bagi alam semesta
Profesi yang diimpikan       :  Pengusaha
 Pendidikan                       :   TK Ummi Nanda MEDAN
                                            SDN 064878 MEDAN
                                            SMP N 4 MEDAN
Lomba yang pernah diikuti :  Jambore Ranting kec.Medan Kota
                                            Jambore Cabang Kota Medan
                                            Jambore Daerah Sumatra Utara
                                            Jambore Nasional Indonesia
                                            Jambore Persami Kodam Bukit Barisan Sumatra Utara
                                            Lomba Tingkat I gudep 10.181-10.182 SMPN 4 MEDAN
                                            Lomba Tingkat II kec.Medan Kota
                                            Lomba Tingkat  III Kota Medan
berikut foto tentang saya
                                         









Foto Syaiful Thoriq.

Tingkatan dalam Pramuka

Pramuka Siaga

Siaga adalah sebutan bagi Anggota Pramuka yang berumur antara 7-10 tahun. Disebut Pramuka Siaga karena sesuai dengan kiasan (kiasan dasar) masa perjuangan bangsa Indonesia, yaitu ketika rakyat Indonesia meyiagakan dirinya untuk mencapai kemerdekaan dengan berdirinya Boedi Oetomo pada tahun 1908 sebagai tonggak awal perjuangan bangsa Indonesia.

Satuan

Satuan terkecil dalam Pramuka Siaga disebut Barung. Setiap beberapa Barung dihimpun dalam sebuah satuan besar yang bernama Perindukan. Barung diberi nama dengan warna semisal, Barung Merah, Barung Hijau dll. Sebuah Barung beranggotakan antara 6 - 10 orang Pramuka Siaga dan dipimpin oleh seorang Pemimpin Barung (Pinrung) yang dipilih oleh Barung itu sendiri. Masing-masing Ketua Barung ini nanti akan memilih satu orang dari mereka yang akan menjadi Pemimpin Barung Utama yang disebut Sulung. Sebuah Perindukan terdiri dari beberapa Barung yang akan dipimpin oleh Sulung itu tadi.

Syarat Kecakapan

Syarat Kecakapan UmumTingkatanSiaga.jpgSyarat Kecakapan Umum (SKU) Pramuka Siaga adalah syarat wajib yang harus dipenuhi oleh seorang Pramuka Siaga untuk mendapatkan Tanda Kecakapan Umum (TKU). TKU dalam Pramuka Siaga ada tiga tingkat, yaitu:

  1. Siaga Mula
  2. Siaga Bantu
  3. Siaga Tata

Syarat Kecakapan Khusus

Syarat Kecakapan Khusus (SKK) adalah syarat wajib yang harus dipenuhi oleh seorang Pramuka Siaga untuk mendapatkan Tanda Kecakapan Khusus (TKK). TKK dalam Pramuka Siaga hanya terdiri dari satu tingkatan.

Tanda Kecakapan

Tanda Kecakapan Umum

Tanda Kecakapan Umum (TKU) Pramuka Siaga dapat dikenakan pada lengan baju sebelah kiri dibawah tanda barung. TKU untuk Siaga berbentuk sebuah janur (ini juga diambil dari kebiasaan para pahlawan dulu untuk menandakan pangkat seseorang).

Tanda Kecakapan Khusus

Tanda Kecakapan Khusus (TKK) Pramuka Siaga berbentuk segitiga sama sisi dengan panjang masing-masing sisi 3 cm dan tingginya 2 cm. TKK dapat dipasang di lengan baju sebelah kanan membentuk setengah lingkaran di sekeliling tanda Kwarda dengan puncak menghadap ke bawah sebanyak 5 buah.

Lain-lain

  • Pembina Pramuka Siaga putra dipanggil Yanda dan Pembina Siaga Pramuka putri dipanggil Bunda.
  • Pembantu Pembina Pramuka Siaga putra dipanggil Pakcik dan Pembantu Pembina Pramuka putri dipanggil Bucik.
  • Bentuk barisan dalam Upacara Siaga adalah lingkaran dengan Pembina berada di tengah lingkaran. Ini mengandung filosofi bahwa cara pandang Pramuka Siaga yang masih terfokus pada satu titik.
  • Kegiatan untuk Siaga salah satunya adalah Pesta Siaga yang berupa Perkemahan satu hari tanpa menginab.
Pramuka Penggalang

Penggalang adalah sebuah tingkatan dalam pramuka setelah siaga. Biasanya anggota pramuka tingkat penggalang berusia dari 11-15 tahun.


Tingkatan dalam Penggalang

 

Berdasarkan pencapaian Syarat-syarat Kecakapan Umum Pramuka Penggalang dapat digolongkan dalam beberapa tingkatan, yaitu:TingkatanPenggalang.jpg
  1. Penggalang Ramu
  2. Penggalang Rakit
  3. Penggalang Terap
  4. Penggalang Garuda




 
Tingkatan Penggalang juga memiliki Syarat-syarat Kecakapan Umum (SKU) dan Syarat-syarat Kecakapan Khusus (SKK) yang harus dipenuhi untuk mendapatkan kenaikan tingkat atau Tanda Kecakapan Umum (TKU) dan pendapatkan Tanda Kecapakan Khusus (TKK)

Sistem Berkelompok

Setiap anggota Pramuka Penggalang dikelompokkan dalam satuan-satuan kecil yang disebut regu. Setiap regu terdiri atas 8 orang Penggalang. Regu dipimpin oleh seorang Pimpinan Regu (PINRU) yang bertanggung jawab penuh atas regunya tersebut. Regu dalam penggalang mempunyai nama-nama untuk mengidentifikasi regu tersebut. Nama Regu Putra diambil dari nama binatang, sedangkan untuk nama regu putri, di ambil dari nama tumbuhan. misalnya Nama regu dari pangkalan SMP N 4 Medan untuk Regu Putra,''Garuda'' dan "Bunga Matahari" untuk Regu Putri.
Setiap empat regu dihimpun dalam sebuah Pasukan yang dipimpin oleh seorang Pemimpin Regu Utama (Pratama). Pratama adalah pimpinan dari seluruh regu.



Makna Sesungguhnya Isi Dasa Dharma

Berikut adalah Pengertian Makna Dasa Dharma Pramuka untuk Siswa SD Siswa SMP Tingkatan Penggalang
Dasa Darma :
Pramuka Itu :

1 Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2 Cinta Alam dan kasih sayang sesama manusia
3 Patriot yang sopan dan ksatria
4 Patuh dan suka bermusyawarah
5 Rela menolong dan tabah
6 Rajin, terampil dan gembira
7 Hemat, cermat dan bersahaja
8 Disiplin, berani dan setia
9 Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
10 Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan

Pengertiannya :
a. Dasa Darma adalah ketentuan moral Pramuka atau watak Pramuka. Dasa Darma Pramuka itu berarti sepuluh tuntunan tingkah laku bagi Pramuka Indonesia yang berisi penjabaran Pancasila, agar para Pramuka dapat mengerti, menghayati, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
I.  Takwa kepada Tuhan Yang maha Esa :
1) Bersikap cinta dan kasih sayang, setia, patuh, adil, jujur dan suci.
2) Melaksanakan ibadah menurut agamanya.
3) Memperingati hari-hari besar agama.
4) Menghormati orang yang beragama lain.
5) Mengikuti ceramah-ceramah keagamaan.
6) Menghormati orang tua.

II. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia :
1) Mencintai segala macam tumbuh-tumbuhan dan hewan. Mengenal berbagai jenisnya, sifat-sifatnya dan manfaatnya.
2) Tidak mementingkan diri sendiri.
3) Menghargai orang lain.
4) Mengaku saudara kepada Pramuka lain (sedunia).

III. Patriot yang sopan dan ksatria :
1) Menjadi putra tanah air yang siap berbakti dan Siaga membela ibu pertiwi.
2) Menghormati dan memahami lambang negara, bendera Sang Merah Putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
3) Memahami nilai-nilai luhur bangsa Indonesia (kekeluargaan, gotong royong, ramah tamah, dan religius).
4) Mengenal adat istiadat suku-suku bangsa di Indonesia.
5) Selalu membela yang lemah dan yang benar.
6) Membiasakan diri mengakui kesalahan dan membenarkan yang benar.
7) Hormat kepada orang tua, guru dan pemimpin.

IV.  Patuh dan suka bermusyawarah :
1) Menepati janji.
2) Mematuhi peraturan.
3) Menghargai pendapat orang lain.
4) Merumuskan kesepakatan dengan memperhatikan kepentingan orang banyak.
5) Membiasakan bermusyawarah sebelum melakukan kegiatan.

V. Rela menolong dan tabah :
1) Cepat menolong kecelakaan tanpa diminta.
2) Memberi tempat di tempat umum kepada wanita dan orang tua.
3) Membiasakan diri mengatasi masalah-masalah.
4) Pantang mundur menghadapi kesulitan.

VI. Rajin, terampil dan gembira :
1) Membiasakan membaca buku-buku yang bermanfaat.
2) Membiasakan untuk menyusun dan menepati jadwal yang dibuat.
3) Bekerja menurut manfaat.
4) Tidak terlalu cepat menegur, mengkritik, dan menyalahkan.
5) Bergembira dalam setiap usaha.
6) Tidak menunda-nunda pekerjaan sampai besok.
7) Memilih jenis keahlian yang sesuai dengan bakat.
 Tidak cepat puas dalam menyelesaikan pekerjaan.
9) Tidak menolak segala tugas yang diberikan padanya.

VII. Hemat, cermat dan bersahaja :
1) Menggunakan waktu dengan tepat.
2) Tidak ceroboh.
3) Berpakaian sederhana tidak berlebih lebihan.
4) Menghemat listrik, air, uang sehingga tidak terbuang percuma.
5) Membiasakan untuk menabung.

VIII. Disiplin, berani, dan setia :
1) Berusaha untuk mengendalikan diri.
2) Mentaati peraturan.
3) Menjalani ajaran dan ibadah agama.
4) Belajar untuk menilai kenyataan, bukti, dan kebenaran informasi.
5) Patuh dengan pertimbangan dan kenyakinan.

IX.  Bertanggung jawab dan dapat dipercaya :

1) Segala yang diperintahkan, dilakukan dengan tanggung jawab penuh.
2) Berani bertanggung jawab atas sesuatu tindakan yang diambil dalam hal tugas yang tidak dapat atau sulit dikerjakan.
3) Tidak akan mengelakkan tanggung jawab dengan alasan yang dicari-cari.
4) Jujur terhadap diri sendiri dan orang lain terutama yang menyangkut uang, materi, dan lain-lain.
5) Apa yang dikatakan bukan suatu karangan yang dibuat-buat.
6) Dalam menerima tugas, pasti dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
7) Dalam kehidupannya sehari-hari, ia tidak akan berbuat sesuatu yang tidak baik, meskipun tidak ada orang yang tahu atau yang mengawasinya.
  Selalu menepati waktu yang telah ditentukan.

X.  Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan :

1) Selalu melihat dan memikirkan sesuatu pada segi baiknya atau hikmahnya dan tidak terlintas sama sekali pemikiran ke arah tidak baik.
2) Setiap apa yang telah dikatakan itu benar, jujur serta dapat dipercaya dengan tidak menyinggung perasaan orang lain.
3) Sebagai akibat dari pikiran dan perkataan yang suci, seorang Pramuka harus sanggup dan mampu berbuat yang baik dan benar untuk kepentingan negara, bangsa, agama dan keluarga.
4) Dengan selalu melakukan pikiran , perkataan, dan perbuatan yang suci akan menimbulkan pengertian dan kesadaran menurut siratan jiwa Pramuka
.

Dengan tahu makna yang sesungguhnya Isi dari Dasa Dharma diharapkan kita bisa menjaga dan mengamalkan tiap butir yang terkandung didalam Dhasa Dharma. Salam Pramuka..!!!

Rabu, 22 Maret 2017

PIONERING

Hai teman teman  ......
Salam Pramuka!!
Berikut contoh gambar gambar pionering yang bisa kita buat untuk laihan maupun lomba dalam pramuka
Foto Carta Prego.
Foto Carta Prego. Foto Carta Prego.


Foto Carta Prego.

Selasa, 21 Maret 2017

Daftar Penyelenggaraan Jambore Nasional

Daftar Jambore Nasional Pramuka dan Logo merupakan pengetahuan kepramukaan mengenai daftar penyelenggaraan Jambore Nasional (Jamnas) dari yang pertama hingga yang terakhir dengan dilengkapi logo atau lambang Jambore Nasional Gerakan Pramuka.
Jambore merupakan salah satu pertemuan pramuka penggalang dalam bentuk perkemahan besar yang diselenggarakan oleh Kwartir Gerakan Pramuka. Jambore merupakan kegiatan yang bersifat rekreatif, edukatif, riang gembira, dan mengedepankan persaudaraan dengan berbagai kegiatan menarik, kreatif, serta bakti masyarakat. Berdasarkan tingkat, pelaksanaan, dan pesertanya, Jambore dibedakan menjadi Jambore Nasional (Jamnas), Jambore Daerah (Jamda), Jambore Cabang (Jamcab), dan Jambore Ranting (Jamran).
Jambore Nasional sendiri merupakan jambore yang di tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dengan peserta para pramuka penggalang dari seluruh Indonesia dan beberapa negara lain yang diundang.

Daftar Penyelenggaraan Jambore Nasional

Jambore Nasional Pramuka Penggalang telah diselenggarakan sebanyak sembilan kali (hingga saat ini). Jamnas yang pertama dilaksanakan pada tahun 1973 di Situ Baru, Jakarta. Sedangkan Jambore Nasional yang terakhir (kesembilan) dilaksanakan tahun 2011 silam di Sumatera Selatan.
Daftar selengkapnya penyelenggaraan Jambore Nasional Pramuka Penggalang dari tahun ke tahun adalah sebagaimana daftar di bawah. Daftar Jambore Nasional ini selain dilengkapi dengan tempat dan tanggal pelaksanaannya juga dilengkapi dengan logo dari masing-masing Jambore Nasional.
1 JAMBORE NASIONAL I


Tempat : Situ Baru, Jakarta
(Sekarang menjadi Bumi Perkemahan Cibubur)

Waktu : 1973

Logo Jamnas :



2 JAMBORE NASIONAL II


Tempat : Sibolangit, Sumatera Utara

Waktu : 1 - 20 Juli 1977

Logo Jamnas :



3 JAMBORE NASIONAL III


Tempat : Cibubur, Jakarta

Waktu : 18 - 25 Juni 1981

Keterangan : Penyelenggaraannya bersama dengan Jambore Asia Pasifik ke 6

Logo Jamnas :


4 JAMBORE NASIONAL IV


Tempat : Cibubur, Jakarta

Waktu : 21- 28 Juni 1986

Logo Jamnas :



5 JAMBORE NASIONAL V


Tempat : Cibubur, Jakarta

Waktu : 15 - 22 Juni 1991

Logo Jamnas :



6 JAMBORE NASIONAL VI


Tempat : Cibubur, Jakarta

Waktu : 26 Juni - 4 Juli 1996

Logo Jamnas :



7 JAMBORE NASIONAL VII


Tempat : Baturaden, Jawa Tengah

Waktu : 3 - 12 Juli 2001

Logo Jamnas :



8 JAMBORE NASIONAL VIII


Tempat : Jatinangor, Jawa Barat

Waktu : 26 Juni - 4 Juli 2006

Logo Jamnas :



9 JAMBORE NASIONAL IX


Tempat : Teluk Gelam, Kab. OKI, Sumatera Selatan

Waktu : 2 - 9 Juli 2011

Logo Jamnas :


Itulah daftar kesembilan Jambore Nasional Gerakan Pramuka yang telah diselenggarakan di Indonesia. Semoga pengetahuan kepramukaan ini dapat menambah wawasan para pramuka.
10. JAMBORE NASIONAL X 
       Tempat                                   : Cibubur , DKI Jakarta
       Waktu                                     : 14- 20 Agustus 2016
       logo JAMNAS                      :Hasil gambar untuk jamnas 2016

Ini 17 Seragam Pramuka di Berbagai Negara

PRAMUKA itu ada di berbagai negara. Seragam Pramuka di Berbagai Negara ternyata berbeda-beda. Ada yang berwarna putih, biru tua, cokelat, hingga krem.

Kita intip yuk seragam mereka. Berikut ini 17 seragam Pramuka di berbagai negara.

  1. Indonesia
Ini 17 Seragam Pramuka di Berbagai Negara -01
(Sumber: Humas Kwarnas Gerakan Pramuka)

  1. Malaysia
(Sumber: brillio.net)
(Sumber: brillio.net)

  1. India
(Sumber: kaskushootthreads.blogspot.co.id)
(Sumber: kaskushootthreads.blogspot.co.id)

  1. Singapura
(Sumber: pidipedia.com)
(Sumber: pidipedia.com)

  1. Amerika Serikat
(Sumber: brillio.net)
(Sumber: brillio.net)

  1. Bangladesh
(Sumber: kaskushootthreads.blogspot.co.id)
(Sumber: kaskushootthreads.blogspot.co.id)

  1. Filipina
(Sumber: pidipedia.com)
(Sumber: pidipedia.com)

  1. Israel
(Sumber: brillio.net)
(Sumber: brillio.net)

  1. Italia
(Sumber: brilio.net)
(Sumber: brilio.net)

  1. Australia
(Sumber: pidipedia.com)
(Sumber: pidipedia.com)

  1. Selandia Baru
(Sumber: brilio.net)
(Sumber: brilio.net)
  1. Pakistan
(Sumber: kaskushootthreads.blogspot.co.id)
(Sumber: kaskushootthreads.blogspot.co.id)
  1. Jerman
(Sumber: brilio.net)
(Sumber: brilio.net)

  1. Yordania
(Sumber: kaskushootthreads.blogspot.co.id)
(Sumber: kaskushootthreads.blogspot.co.id)

  1. Kenya
(Sumber: brilio.net)
(Sumber: brilio.net)

  1. China
(Sumber: brilio.net)
(Sumber: brilio.net)

  1. Meksiko
(Sumber: kaskushootthreads.blogspot.co.id)
(Sumber: kaskushootthreads.blogspot.co.id)

Senin, 20 Maret 2017

PETA PITA


 Tujuan pembuatan peta pita ini adalah untuk menggambarkan keadaan perjalanan yang telah dilakukan dari suatu tempat ke tempat lainnya.
                Peralatan yang dipersiapkan dalam pembuatan peta pita ini adalah :
                1.             Pensil Teknik 2B
                2.             Penggaris panjang
                3.             Kertas pita peta
                4.             Kompas bidik
                5.             Meja kerja
Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan peta pita :
1.             Penentuan Skala
                                Hal ini erat kaitannya dengan jarak yang akan ditempuh selama melakukan perjalanan dengan kertas yang ada.
2.             Pembuatan Keterangan
                                Keterangan yang dimaksud adalah apa-apa yang dilihat selama melakukan perjalanan baik yang ada disebelah kiri maupun yang ada di sebelah kanan, yang perlu diperhatikan adalah tanda-tanda berupa bangunan-bangunan penting atau suatu daerah yang mencolok dan merupakan sesuatu yang mudah dilihat dan diperhatikan. Keterangan dituliskan dalam bentuk gambar peta dan tulisan.
3.             Penulisan Arah Utara, Jarak, dan Waktu
                                Arah utara digambarkan sesuai dengan arah utara kompas. Jarak dituliskan berdasarkan ukuran yang ada dengan skala yang sudah ditentukan. Untuk waktu bisa dilihat dengan jam sesuai saat berangkat dan tiba di setiap belokan.
                                Untuk pembuatan peta pita, setiap pergantian arah perjalanan maka harus kita gambarkan, demikian seterusnya sampai daerah yang kita tuju. Gambar keterangan peta dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Untuk lebih jelasnya bisa diperhatikan contoh berikut
 
berikut keterangan gambar pada Pita Pirta :