Rabu, 22 Februari 2017

Semaphore

Sejarah Semaphore dalam Pramuka




Pengertian Semaphore

Semaphore  adalah suatu cara untuk mengirim dan menerima berita dengan menggunakan bendera, dayung, batang, tangan kosong atau dengan sarung tangan. Informasi yang didapat dibaca melalui posisi bendera atau tangan.

Namun kini yang umumnya digunakan adalah bendera, yang dinamakan bendera semaphore. Pengiriman sandi melalui bendera semaphore ini menggunakan dua bendera, yang masing-masingbendera tersebut berukuran 45 cm x 45 cm. Bentuk bendera yang persegi merupakan penggabungan dua buah segitiga sama kaki yang berbeda warna.

Warna yang digunakan sebenarnya bisa bermacam-macam, namun yang lazim digunakan adalah warna merah dan kuning, dimana letak warna merah selalu berada dekat tangkai bendera. Pada awal abad ke 19, semaphore digunakan dalam komunikasi kelautan.

Semaphore dan Pramuka

Sejarah

Semaphore merupakan salah satu bentuk isyarat menggunakan bendera yang lazim digunakan ketika perang sipil di Amerika Serikat. Ketika itu bendera yang digunakan berwarna putih dan oranye serta hanya terdiri dari satu bendera saja. Orang yang ditugaskan melakukan isyarat bendera ini biasanya berdiri di sebuah tempat yang tinggi atau di lantai yang tingginya sekitar 2-3 meter dari permukaan tanah semaphore

Semaphore Modern

Semaphore kini menggunakan dua bendera yang berbentuk persegi, yang akan digunakan oleh pengirim sinyal untuk melakukan posisi-posisi yang bisa diterjemahkan menjadi huruf dan angka. Sebenarnya warna bendera tergantung asal pesan itu dikirimkan, jika dikirimkan dari laut, maka benderanya berwarna merah dan oranye, jika dikirimkan dari darat maka bendera akan berwarna biru dan putih. Di Indonesia bendera yang biasa digunakan dalam kegiatan kepramukaan berwarna merah dan oranye. Namun sebenarnya warnabendera itu sendiri tidaklah terlalu penting, itu hanya merupakan pertanda agar pesan lebih mudah ditangkap.

Penggunaan Semaphore dalam Pramuka
Di Indonesiasemaphore biasa diterapkan sebagai salah satu keahlian yang harus dimiliki dalam kegiatan pramuka[1]. Biasanya kegiatan semaphore ini diajarkan sejak dalam level pramuka siaga dan merupakan keterampilan yang dipraktekan pada acara perkemahan. Namun seiring dengan semakin redupnya kegiatan pramuka di Indonesia, maka keterampilan semaphore ini pun semakin jarang dikenal  Hasil gambar untuk sejarah semaphore pramuka

Selasa, 21 Februari 2017

Berkemah

A. Pengertian Berkemah
Berkemah atau Perkemahan adalah salah satu macam kegiatan dalam kepramukaan yang dilaksanakan secara out bond. Kegiatan ini merupakan salah satu media pertemuan untuk pramuka.

B. Tujuan Berkemah
  1. Memeberikan pengalaman adanya saling ketergantungan antara unsur-unsur alam dan kebutuhan untuk melestarikannya, menjaga lingkungan dan mengembangkan sikap bertanggung jawab akan masa depan yang menghormati keseimbangan alam.
  2. Mengembangkan kemampuan diri mengatasi tantangan yang dihadapi, menyadari tidak ada sesuatu yang berlebih di dalam dirinya, menemukan kembali cara hidup yang menyenangkan dalam kesederhanaan.
  3. Membina kerjasama dan persatuan dan persaudaraan.
C. Macam macam perkemahan
         Ditinjau dari Lamanya Waktu :
1.      Perkemahan Satu Hari (Persari).
2.      Perkemahan Sabtu Malam Minggu (Persami).
3.      Perkemahan lebih dari tiga hari.
         Ditinjau dari Tempat Pelaksanaannya :
1.      Perkemahan Menetap
2.      Perkemahan Safari (Berpindah-pindah)
         Ditinjau dari Tujuannya :
1.      Kemah Bakti. Seperti; Perkemahan Wirakarya (PW).
2.      Kemah Pelantikan. Seperti; Perkemahan Pelantikan Tamu Ambalan, Pelantikan Bantara dan lain-lain
3.      Kemah Lomba. Seperti; Olah Terampil, WRC.
4.   Kemah Rekreasi.
5.   Kemah Jambore.
6.   Kemah Riset/Penelitian
                             Ditinjau berdasarkan jumlah pesertanya :
    1. Perkemahan satu regu/sangga
    2. Perkemahan satu Pasukan/Ambalan/Racana
    3. Perkemahan tingkat : Ranting/Cabang/Daerah/Nasional/Regional/Dunia.
D. Pelaksanaan Perkemahan
Untuk suatu perkemahan yang baik, maka prosedur yang harus ditempuh adalah :
1.  Persiapan
(1) Penentuan waktu, tempat, tujuan dan biaya
(2) Pengadaan peralatan dan perbekalan, peninjauan ke daerah berkemah
(3) Ijin orang tua peserta dan ijin memberitahukan kepada penguasa setempat
(4) Pembentukan panitia/staf pelaksana
(5) Memantapkan kesiapan mental fisik, dan ketrampilan
2. Pelaksana
(1) Pemimpin perkemahan sebagai penanggung jawab
(2) Pembantu-pembantu dari pembina pramuka
(3) Panitia/staf pelaksana sesuai keperluan
(4) Pembagian tugas pendayagunaan
3. Acara
(1) Acara harian yang menjelaskan acara pokok secara garis besar
(2) Acara kegiatan keseluruhan yang berisi perincian waktu dan kegiatan selama berkemah
(3) Acara perorangan dan kelompok
4. Pelaksanaan
(1) Kegiatan hendaknya diusahakan menurut rencana yang telah dipersiapkan sesuai dengan tujuan diselenggarakannya perkemahan
(2) Acara mungkin saja dapat berubah, sesuai dengan perkembangan keadaan
(3) Perubahan acara seyogyanya tidak kearah resiko yang lebih berat
(4) Pelaksanaan acara harus disesuaikan dengan kemampuan peserta perkemahan dan acara berikutnya
(5) Mengusahakan adanya acara pengganti dan tambahan untuk mengisi kesibukan pada waktu terluang
(6) Faktor pengamanan dan keselamatan peserta harus diperhatikan
5. Penyelesaian
(1) Pembongkaran tenda-tenda
(2) Pembersihan tempat berkemah (pada prinsipnya tempat bekas berkemah harus lebih baik dan lebih bersih dari pada waktu datang)
(3) Pengecekan pengembalian barang pinjaman
(4) Upacara penutupan dan ucapan terima kasih kepada masyarakat setempat
(5) Jika mungkin dilakukan penyerahan sumbangan bagi keluarga masyarakat yang kurang mampu, baik berupa bahan makanan, pakaian layak pakai atau lainnya.

E. Evaluasi
Untuk mengetahui hasil perkemahan dan sebagai bahan pertimbangan untuk perkemahan di masa-masa mendatang kita dapat mengevaluasi dengan :
  1. Mencatat prestasi kegiatan perorangan maupun kelompok selama berkemah
  2. Mengajukan pertanyaan kepada peserta perkemahan
  3. Melihat perubahan sikap peserta perkemahan sebelum dan sesudah pulang berkemah
  4. Melihat kesehatan peserta (banyak yang sakit atau tidak)
  5. Kekurangan dan kesalahan serta hambatan dicatat guna perbaikan pada perkemahan yang akan datang
  6. Menyusun laporan hasil berkemah merupakan suatu kewajiban untuk penanggung jawab perkemahan
F. Lain lain
Dalam berkemah kita perlu mencari tempat yang baik dan ideal, yaitu :
         Tanahnya rata atau sedikit miring dan berumput dan terdapat pohon pelindung
         Dekat dengan sumber air
         Terjamin keamanannya
         Tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh dari kampung dan jalan raya
         Tidak terlalu jauh dengan pasar, pos keamanan dan pos kesehatan
         Memiliki pemandangan menarik

Sabtu, 18 Februari 2017

CARA CARA MENAKSIR

Menaksir itu adalah mengira-ngira. Oleh karena itu jika hasil penaksiran berbeda sedikit dengan kenyataan sebenarnya (dengan batas tertentu. Kemudian disebut toleransi) sudah dianggap baik/benar.
Menaksir Lebar Sungai
Dengan cara perbandingan
1.    Tetapkan titik A diseberang sungai (pohon/batu)
2.    Jadikan tempat kita berdiri (titk B)
3.    Berjalanlah ke kiri/sisi sungai sejauh 10m, itu titik C
4.    Dari titik C jalan terus  sejauh 5m  (setengah dari jarak BC) dan itu adalah titik D.
5.    Dari titik D tersebut kita jalan menjauhi sungai kearah E,dengan pandangan melihat ke samping. Berhentilah jika sudah melihat titik C dan titik A tepat satu garis.
6.    Dengan demikian jarak lebar sungai adalah 2XDE

Menaksir Tinggi                 
a.          Menaksir Tinggi Pohon
1.       Kita berjalan dari pohon sejauh 11m, sebut saja titik  B
2.       Di titik B, berdiri seorang temanmu (diam) dengan sebatang Tongkat. Lalu kita maju 1m ke titik C.
3.       Di titik C, kita bertiarap dan intai ujung atas pohon melalui Sisi tongkat. Perhatikan tinggi pohon terletak dimana pada Tongkat. Sebut itu titik D tinggi pohon adalah titik E
4.       Maka tinggi pohon (AE) adalah 12 x BD.
5.       Rumus tingginya AE = 12 BD

b.          Menaksir Tinggi Tiang Listrik / bendera

1.       Tinggi Tongkat (AB) missal adalah 160cm
2.       Tinggi tiang listrik dimisalkan CD
3.       Banyangan tongkat misalkan 20cm. jadi perbandingan 20 : 160 = 1: 8
4.       Jika panjang bayangan tiang listrik di tanah 80cm,menaksir tinggi tiang dengan cara mengalikanya dengan skala perbandingan tongkat
Tinggi Tiang = 80cm x 8 = 640cm = 6,4m

Menaksir Kecepatan   Arus Sungai
a.   Kita tentukan 2 titik di tepi sungai / selokan, sebut saja titik A dan B
b.   Jaraknya jangan terlalu jauh, 2m,5m, atau 10m (usahakan mencari lintasan air yang lurus, tidak banyak rintangan)
c.   Lalu di titik A kita hanyutkan benda yang ringan dan mengapung, benda akan terbawa arus ke B.
d.   Hitung waktu dari mulai titik A sampai benda itu sampai ke titik B.
RUMUS Kecepatan Arus adalah V = Jarak / waktu jarak 10m, waktu tempuhnya 4,5 detik. 
        Kecepatan arus adalah = 10m : 4,5detik = 22m/dtk    

Kamis, 16 Februari 2017

KUMPULAN SANDI SANDI PRAMUKA

KUMPULAN SANDI SANDI PRAMUKA

Kata sandi berasal dari bahasa Sanskerta, yang artinya rahasia. Karena itu maka tulisan rahasia disebut sandi, atau tulisan-tulisan yang dirahasiakan. Huruf atau kata sandi sulit dimengerti kecuali kalau kita mengetahui  kunci atau cara memecahkannya.Sandi Koordinat / Merah Putih
Cara : buatlah perkataan kunci, missal GUDEP SEDIA (maka kata-kata ini yang menjadi kuncinya,ingat kata kunci harus dua kata dan jumlah hurufnya  10 buah, masing-masing kata terdiri dari 5 huruf).


G
U
D
E
P
S
A
B
C
D
E
E
F
G
H
I
J
D
K
L
M
N
O
I
P
Q
R
S
T
A
U
V
W
X
Y


       Sandi AND
Sandi  AND adalah sandi yang huruf-hurufnya diletakkan pada kata AND,contoh :

ANDA   KANDU   ANDA   DANDA   DAND  SAND  NANDI
       A   K       U   A          D       A   D       I   S      I   N       I
Aku ada di sini 
Sandi AN
Kunci A=N



CONTOH :
CENZHXN dibaca PRAMUKA

SANDI AZ

  A  B  C  D  E  F  G  H  I  J  K  L  M         
  Z  Y  X  W V  U  T  S  R Q P  O  N                
CONTOH: KIZNFPZ    = PRAMUKA                 

  KET: apabila A ditulis Z dan seterusnya sandi ini disebut sandi AZ karena A dan Z saling berhadapan


SANDI KOTAK

Kata sandi berasal dari bahasa sansekerta, yang artinya rahasia . Sandi ialah  kode rahasia, dimana kerahasiannya hanya di ketahui oleh sekelompok orang saja. Dalam kegiatan pramuka, sandi di pergunakan pada saat berkemah atau melakukan pengembaraan, supaya dapat melatih diri untuk menyelesaikan suatu masalah yang sedang di hadapi.

Sandi Kotak I














Sandi Kotak II

















Sandi Kotak III





















 Sandi morse bisa anda gunakan untuk hal yang bersifat rahasia karena jarang diketahui oleh orang banyak.selamat belajar sandi teman teman!!
semoga bermanfaat

Kamis, 09 Februari 2017

Kode Kehormatan Pramuka


Kode Kehormatan Pramuka adalah : Suatu norma dalam kehidupan dan penghidupan para anggota Gerakan Pramuka yang merupakan ukuran, norma atau standart tingkah laku seorang anggota Pramuka Indonesia.
Kode Kehormatan Gerakan Pramuka terdiri atas janji yang disebut satya dan ketentuan moral yang disebut darma yang merupakan suatu unsur dari Metode Kepramukaan dan alat pelaksanaan Prinsip Dasar Kepramukaan. 
 
Makna Kode Kehormatan Pramuka.
Makna Kode Kehormatan Pramuka yang disebut satya/janji adalah :
1.      Janji yang di ucapkan secara suka rela oleh calon anggota Gerakan Pramuka setelah memenuhi persyaratan keanggotaan.
2.      Tindakan pribadi untuk mengikat diri secara suka rela menerapkan dan mengamalkan janji.
3.      Titik tolak memasuki proses pendidikan sendiri guna mengembangkan visi, intelektualitas, emosi, social dan sepiritual, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat lingkungannya.
Makna Kode Kehormatan Pramuka yang disebut bentuk ketentuan moral yang disebut darma merupakan :
1.      Alat proses pendidikan sendiri yang progresif untuk mengembangkan budi pekerti luhur.
2.      Upaya memberi pengalaman praktis.
3.      Landasan gerak Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan melalui Kepramuaan.
4.      Kode Ektik organisasi Gerakan Pramuka.

            Kode Kehormatan Pramuka masing-masing golongan.
Kode Kehormatan untuk masing-masing golongan usia itu berbeda-beda. Disesuaikan dengan perkembangan rohani dan jasmani masing-masing golongan anggota Gerakan Pramuka yaitu :
1.      Siaga (7-10 tahun) :
a.  Janji ( Dwisatya ), Dwisatya adalah satya yang digunakan khusus untuk Pamuka Siaga, yang berbunyi :
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh :
-         Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengikuti tata krama keluarga.
-         Setiap hari berbuat kebajikan.
Pramuka Siaga melalui kode kehormatan ini sudah diperkenalkan dengan Tuhan Yang Maha Esa, Yang Maha Kuasa, Pengasih, dan Penyayang. Perkenalan ini dimaksudkan agar Pramuka Siaga meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar sebagai manusia ciptaan-Nya, ia berusaha sepanjang hayat untuk melaksanakan ajaran-ajarannya juga dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia dimana Pramuka Siaga itu bermukim, sebagai Negara yang kaya dan beragaman yang dapat dijadikan sumber kekuatan Negara dan bangsa. Disamping itu, sebagai dasarnya seorang Pramuka Siaga mempelajari dengan sungguh-sungguh, agar mampu mempraktekkan tata karma keluarga dimana ia dibesarkan dan tumbuh berkembang. Pramuka Siaga juga berjanji melakukan hal-hal yang baik dalam kehidupannya setiap hari sehingga “ tiada hari tanpa berbuat kebajikan “, demi keselamatan bersama.
b.      Moral (Dwidharma) Dwidharma adalah satya yang digunakan khusus untuk Pamuka Siaga,  yang berbunyi :
-         Siaga berbakti kepada ayah-bundanya.
-         Siaga berani dan tidak putus asa.
Pramuak siaga dididik untuk mau dan mampu memberikan baktinya kepada ayah bundanya, orang tua yan g wajib dihormati dan dijunjung tinggi. Berbakti kepada ayah bunda tentu sesuai dengan kemampuan Pramuka Siaga itu. Orang tua dipatuhi dan didengar ajarannya karena pada hakikatnya, orangtua itulah wakil Allah didunia yang fana ini. Jika kita berbakti pada ayah bunda, maka Tuhan Yang Maha Esa juga akan memberkati kita, memberikan usia yang panjang dan lanjut serta hal-hal lain yang diperlikan didunia dan akhirat. Disamping itu, Pramuka Siaga dididik agar ia mempunyai keberanian hidup, keberanian untuk menghadapi tantangan-tantangan dan tidak mengenal lelah apalagi mengenal keputusasaan.
2.     Penggalang (11-15 tahun)
a.       Janji (Tri Satya) yang berbunyi :
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh :
-         Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila.
-         Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat.
-         Menepati Dasadharma.
b.      Moral (Dasadharma) yang berbunyi :
Pramuka itu :
1.      Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.      Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
3.      Patriot yang sopan dan kesatria.
4.      Patuh dan suka bermusyawarah.
5.      Rela menolong dan tabah.
6.      Rajin. Trampil dan gembira.
7.      Hemat, cermat, dan bersahaja.
8.      Disiplin, berani dan setia.
9.      Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
10.  Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuaatan.
 3. Penegak (16-20 tahun)
a.       Janji (Tri Satya) yang berbunyi :
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh :
-         Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila.
-         Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat.
-         Menepati Dasadharma.
 b.      Moral (Dasadharma) yang berbunyi : 
Pramuka itu :1.      Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 
                    2.      Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.  
                    3.      Patriot yang sopan dan kesatria. 
                    4.      Patuh dan suka bermusyawarah.                          
                    5.      Rela menolong dan tabah
                    6.      Rajin. Trampil dan gembira.  
                    7.      Hemat, cermat, dan bersahaja.
                    8.      Disiplin, berani dan setia. 
                    9.      Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.        
                    10.  Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuaatan.

Kamis, 02 Februari 2017

Lambang Gerakan Pramuka

Lambang Gerakan Pramuka

150px-Pramuka,_Tunas_Kelapa.svgLambang merupakan tanda pengenal visual yang dimiliki oleh setiap organisasi, termasuk sebuah negara. Lambang Gerakan Pramuka adalah “tunas kelapa” seperti gambar di samping.
Gambar tunas kelapa tersebut digunakan secara resmi pertama kali ketika Presiden Soekarno menganugerahkan Panji Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia kepada Gerakan Pramuka pada tanggal 14 Agustus 1961. Penganugerahan tersebut berdasarkan Keppres (Keputusan Presiden) Nomor 448 Tahun 1961. Pada panji tersebut terdapat gambar silhuette (bayangan) tunas kelapa berwarna merah.

Pencipta

SoenardjoOrang yang menciptakan gambar silhuette tunas kelapa tersebut adalah R. Soenardjo Atmodipoerwo. Ia adalah seorang pandu yang bekerja di Departemen Pertanian. Oleh karena itulah Ia terinspirasi dengan pohon kelapa yang setiap bagian tubuhnya bisa dimanfaatkan manusia.
Pada buku-buku kepramukaan selama ini nama pencipta lambang Gerakan Pramuka dikenal dengan redaksi Sunarjo Atmodipuro. Namun ada informasi berdasarkan yang tertulis di batu nisan beliau, redaksi yang benar adalah R. Soenardjo Atmodipoerwo (menggunakan ejaan lama).

Warna

 

warna untuk lambang pramuka di Indonesia tidak ditetapkan satu warna(hitam) tetaoi boleh diganti sesuai dengan keadaan. Contoh pengguanaannya antara lai:
  • Pada kepala surat menggunakan warna hitam.
  • Pada bendera Gerakan Pramuka menggunakan warna merah.
  • Pada tanda kecakapan umum (TKU) penegak dan pandega menggunakan warna kuning.
  • Pada cover buku terbitan kwarnas sering dibuat berwarna putih.
  • Pada beberapa logo kegiatan bisa menggunakan warna lain, bahkan kombinasi beberpa warna.

Arti Kiasan

Secara umum arti kiasan lambang ini dijelaskan pada ART GP seperti tercantum di atas. Namun ada penjelasan yang lebih rinci, yaitu pada Keputusan Kwarnas Nomor 06/KN/72 menjadi 6 poin sebagai berikut:
  1. Buah nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal. Ini mengandung arti Pramuka adalah inti bagi kelangsungan hidup bangsa (tunas penerus bangsa).
  2. Buah nyiur tahan lama. Ini mengandung arti, Pramuka adalah orang yang jasmani dan rohaninya kuat dan ulet.
  3. Nyiur dapat tumbuh di berbagai jenis tanah. Ini mengandung arti, Pramuka adalah orang yang mampu beradaptasi dalam kondisi apapun
  4. Nyiur tumbuh menjulang tinggi. Ini mengandung arti, setiap Pramuka memiliki cita-cita yang tinggi.
  5. Akar nyiur kuat. Mengandung arti, Pramuka berpegang pada dasar-dasar yang kuat.
  6. Nyiur pohon yang serbaguna. Ini mengandung arti, Pramuka berguna bagi nusa, bangsa dan agama.
Nyiur adalah nama lain pohon kelapa. Jadi meskipun lambang Gerakan pramuka menggunakan bentuk tunas kelapa, arti kiasannya terinspirasi dari keseluruhan pohon kelapa yangtelah tumbuh dewasa.